Akan menjadi pembicaraan yang hangat dibicarakan oleh anak-anak kelas 3 SMA dan sederajat di akhir tahun ajaran, adalah rencana melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi.Menjadi salah satu impian terbesar bagi beberapa anak, melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi baik negeri maupun swasta, baik di dalam maupun di luar negeri. Semua tergantung pada niat, minat dan kepuasan hati masing-masing. Sering banget yang namanya berdiskusi tentang kelanjutan study, baik dengan keluarga, teman sekolah, dengan guru, konseling dan lainnya. Perguruan tinggi membuka lebar akses masuk menjadi kandidat mahasiswa baru, asal otak jumlah angka “0″ dalam persediaan rupiah keluarga mendukung.
Banyak alasan yang membuat pelajar kelas 3 SMA atau sederajat bersikukuh ingin kuliah. Mereka mungkin melihat dari sistem pengajaran yang lebih baik jika dibanding pendidikan formal di bawahnya, pelatihan kemandirian dalam belajar, mengkaji masalah yang lebih kompleks, ilmu-ilmu yang lebih dominan, dan banyak alas an pendukung seperti aktivitas mahasiswa yang padat, organisasi serta himpunan mahasiswa yang tentu akan menambah pengalaman. Ya, walau semua itu baik atau tidaknya tetap tergantung pada mahasiswa/mahasiswinya sendiri. Kalau memang serius belajar ya pasti bisa. Mereka yang pernah mengenyam pendidikan di perguruan tinggi baik luar maupun dalam negeri pasti punya network yang lebih luas untuk prospek kerja nanti. Apalagi di ke Indonesia untuk melamar kerja, biasanya sarjana lebih dicari, karena jaminan mutu, pengalaman dan ilmu.
Masalah yang sering muncul ketika kita membulatkan tekad untuk kuliah lagi-lagi masalah biaya, (segmen ini pengecualian bagi orang-orang berdompet tebal diluar sana). Kuliah mahal, belum biaya pulang-pergi, terus untuk biaya hidup selama kuliah bertahun-tahun. Iya kalau setelah kuliah jaminan kerja pasti, kalau tidak ?? Itu yang sering menjadi momok bagi sebagian pelajar dengan ekonomi keluarga menengah. Tapi walaupun begitu pasti tetap ada jaln. Salah satunya adalah beasiswa. Banyak sekali vbeasiswa yang ditawarkan sebelum kita mendaftar perguruan tinggi, atau setelah mendaftar pun pasti banyak jalan, asal kita ada kemampuan dan motivasi
Menuntut ilmu itu sebenarnya salah satu alasan yang kuat untuk bisa mewujudkan keinginan kuliah.Sering-sering cari informasi dari internet, tentang beasiswa-beasiswa, tentang prodi perguruan tinggi supaya kita tidak hanya stuck pada satu jalan. Tidak boleh pesimis. Setidaknya kita bisa berkaca dimana letak kekurangan kita untuk persiapan masuk perguruan tinggi, asal benar-benar diusahakan untuk belajar yang keras, pasti bisa. Yang penting jangan pernah sia-siakan kesempatan yang ada untuk terus melangkah menyongsong masa depan cemerlang. Dimana ada kemauan, disitu ada jalan.
Read More..
Tampilkan postingan dengan label mimpi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mimpi. Tampilkan semua postingan
Kamis, 25 Februari 2010
SERIBU JALAN MENUJU ROMA
Seperti layaknya sebuah anak panah yang baru saja dilepaskan oleh Gatot Kaca. Ringan, terbang jauh melesat, menembus gumpalan angin dengan begitu gesitnya tak peduli apa yang menghalanginya, tetap kencang melayang, jitu, pas mengenai sasaran. Seperti sebuah anak panah itu, asaku jauh, tinggi, melayang tak peduli pada apapun yang menghalangi niatan hatiku untuk kuliah. Ya, untuk kuliah. Rasanya seperti cebol ingin meraih bulan jika aku berkata “ingin kuliah”. Bukan karena merendah, tapi karena beberapa alasan.
Rencana melanjutkan study setelah lulus dari Sekolah Menengah Atas sepertinya tak bisa lagi dihapus dari deretan rinci buku mimpiku. Aku masih ingin menimba ilmu sebanyak-banyaknya selagi usia masih belia. Aku masih ingin menyelami samudera ilmu yang telah Tuhan hamparkan luas di bumi ini. Salah satu caranya adalah dengan kuliah. Aku ingin kuliah. Ingin mengkaji lebih dalam tentang ilmu-ilmu yang pernah kudapat selama belasan tahun waktuku mempelajarinya di bangku sekolah. Sungguh, aku masih haus akan masa-masa dimana aku banyak menghabiskan waktuku bersama tumpukan buku, materi-materi, pekerjaan rumah dan banyak hal tentang ilmu. Aku adalah ikan yang baru saja menemukan sebuah samudera dengan kesegaran air yang tiada bandingannya. Samudera itu adalah samudera ilmu.
Aku ingin kuliah. Kata itu yang setiap hari muncul, mengisi kekosongan pikiranku hingga aku tak sanggup membendung khayalan yang tiba-tiba mengalir mengisi lamunanku. Berkhayal menjadi seorang mahasiswa dengan segudang aktivitasnya. Bukan karena ambisi, tapi sekedar untuk menyemangati diri saja bahwa suatu saat aku yakin khayalanku akan menjadi nyata adanya.
Untuk mewujudkan sebuah mimpi menjadi nyata tak akan semudah kita membalikkan telapak tangan. Semua butuh usaha dan kerja keras. Apalagi untuk mewujudkan mimpi kuliah di salah satu universitas yang terbilang baik dalam mutu pendidikannya, pasti sangat sulit. Aku harus bersiap mental dan ilmu,meyakinkan diriku untuk siap bersaing dengan teman-teman lain yang juga memperebutkan kursi sebagai mahasiswa di unversitas tersebut. Akan menjadi hal yang sangat menegangkan ketika persaingan-persaingan itu dimulai dan hanya akan menyisakan mereka-mereka yang benar-benar pantas menyandang jas almamater kebanggaan universitas.
Aku ingin kuliah. Bukan semata-mata karena aku gengsi, tapi niatan ingin kuliah ini tulus karena aku ingin mendapat ilmu lebih, aku ingin terus berjuang mengerahkan potensi yang aku miliki untuk terus memperlebar wawasan, memperdalam pengetahuan hingga nanti pada akhirnya ilmu yang kucari ini mampu mengantarkanku pada kehidupan yang lebih baik, menghapus paham-paham kebodohan dan mampu menularkannya pada orang lain atas ilmu yang aku dapat.
Kuliah menjadi jalan terbaik bagiku untuk terus mengembangkan sayap-sayap perjuanganku menempuh sekolah. Kuliah menjadi jembatan bagiku untuk mengangkat derajat seorang anak biasa, yang berusaha menjadi pribadi yang lebih baik. Rasanya tak ada jalan yang lebih baik bagiku setelah lulus dari SMA selain melanjutkan study di perguruan tinggi. Aku akan seperti katak dalam tempurung jika niatan untuk kuliah tak tersampaikan. Ya, karena masa-masa kuliah akan menjadi masa-masa emas bagiku untuk belajar banyak hal. Tak hanya kebutuhan akan pelajaran akademik yang nantinya akan kudapat di perguruan tinggi. Tapi lebih dari itu aku bias belajar pengalaman hidup, sosialisasi, kerjasama dan solidaritas dan sosiologi. Banyak hal yang dapat kupelajari sebagai bekal kehidupanku yang lebih baik.
Sebagai modal utama aku bisa kuliah, kumantapkan hati dan pikiranku untuk bisa menerima apapun keputusan alam yang aku terima selama perjuanganku meraih mimpi ingin kuliah. Sebesar apapun halangan yang menghadang, akan kujadikan batu loncatan untuk terus memomppa semangat mengejar perguruan tinggi. Aku tak akan lelah berteriak “Aku ingin kuliaaah…!!!” Percaya seribu jalan menuju roma. Karena aku benar-benar ingin kuliah. Semangatku, seperti layaknya sebuah anak panah yang baru saja dilepaskan oleh Gatot Kaca. Read More..
Label:
beasiswa kuliah,
ingin,
mimpi,
perguruan tinggi
TAK GENTAR LAWAN BANYAKNYA SERIBU KALI
Momen-momen lulusan sekolah tak akan lama lagi. Semua siswa yang akan menempuh ujian nasional, ujian akhir sekolah, dan seabrek lagi agenda ujian yang akan dilalui demi mendapatkan ijazah lulus. Di sana-sini banyak ditemui fenomena pelajar yang mendadak menjadi super rajin, tak mau sedetik pun waktu habis tanpa memenuhi ingatan mereka dengan soal-soal, materi dan pembahasan ujian. Ya, sangat menakjubkan. Mereka tak peduli badai, tsunami yang hingar-bingar mengganggu konsntrasi mereka. Sepertinya suasana menjadi begitu khidmat ketika buku-buku soal ujian telah dibuka. Mata, telinga, otak dan semua organ bersatu membentuk barisan-barisan untuk menegakkan satu kata, konsentrasi.
Untuk adik-adik TK yang lulus, tentu seragam merah putih sangat menggoda tiap lirikan mata mereka. Adik-adik lulusan Sd, pasti akan cari SMP-SMP yang menurut mereka cocok. Begitu juga dengan adik-adik SMP, sudah barang tentu jalan setelah lulus adalah SMA, SMK atau Madraasah aliyah. Hal sepeti ini akan menjadi sangat berbeda jika kita melihat nasib kelas 3 di SMA, SMK maupun MA. Mereka akan sibuk dengan pilihan hidup mereka masing-masing. Ada yang kokoh mau langsung bekerja, mengabdikan ilmunya pada masyarakat, ada yang semangat untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi, tapi tak sedikit juga yang acuh tak acuh pada masa depannya. Namanya juga pilihan hidup, baik buruk semua ada di tangan si pembuat keputusan.
Kupu-kupu yang memberanikan diri mengepakkan sayapnya, adalah mereka para pelajar kelas 3 SMA atau sederajat yang bermetamorfosis dari kehidupan remaja mereka untuk memasuki satu tingkatan lebih tinggi yaitu menuju dewasa. Mereka tak bisa lagi seperti lulusan seorang anak lulusan SD yang dibimbing orangtuanya melangkah ke depan. Mereka tak lagi seperti robot yang meng-iya-kan semua kata orang, tapi mereka akan berfikir sendiri jalan terbaik yang akan mereka tempuh sebagai gerbang melangkahi kehidupan nyata yang akan mereka lalui setelah usia mereka menuntut untuk berfikir lebih maju dengan realita dan pengetahuan yang dimiliki.
Bagi mereka yang ingin kuliah, satu jalan terbuka lebar untuk memasuki gerbang-gerbang perguruan tinggi. Banyak jalan yang bisa ditempuh untuk melanjutkan sekolah di tingkat yang lebih tinggi. Melalui berbagai jalur penerimaan mahasiswa baru, seleksi masuk, seleksi mandiri, ujian masuk dan banyak cara lagi terbuka lebar sebagai jalan masuk perguruan tinggi. Keinginan untuk kuliah, melanjutkan pendidikan tak akan ada ruginya. Walau anggaran dana tak sedikit, walau banyak rintangan menghadang, tak akan menjadi hal besar yang menghalangi niatan untuk kuliah. Tuntutan zaman yang mendorong semangat para lulusan untuk mengibarkan bendera perjuangan.
Keinginan untuk kuliah akan menjadi cambuk bagi pribadi-pribadi yang serius melangkah untuk masa depan. Menjadi cambuk untuk sadar bahwa perjuangan akan sebanding dengan hasil. Maka akan menjadi hal yang wajar ketika kita ingin mendapatkan apa yang kita inginkan kita harus rela meluangkan banyak waktu, tenaga dan pikiran demi terrealisasinya keinginan tersebut.
Keinginan untuk kuliah akan membawa kita pada perubahan pola pikir dan logika yang matang, karena kita harus melalui tahap awal sebagai suatu proses penyeleksian. Keinginan kuliah yang besar, menggebu, akan mampu memenuhi relung berfikir kita bahwa untuk menjadi pribadi yang luar biasa dibutuhkan perjuangan yang luar biasa pula. Bahwa sejatinya hidup itu untuk member sebanyak-banyaknya, bukan untuk menerima sebanyak-banyaknya.
Dari perguruan tinggi, ilmu yang kita dapat semestinya bisa menjadi bekal untuk terjun ke dunia masyarakat. Dunia sesungguhnya ketika kupu-kupu berani mengepakkan sayapnya dan terbang menembus awan, melintasi kehidupan-kehidupan, hingga akhirnya mencapai titik kepuasan atas segala upaya yang telah ia usahakan untuk masa depan yang terang.
Selamat dan sukses untuk pejuang kelas 3 yang berusaha tekun mempersiapkan diri di UAN dan seleksi masuk perguruan tinggi. Semangat dan cita-cita harus tetap berkobar walau jalan yang kita lalui tak semulus pada bayangan kita. Justru rintangan-rintangan itu yang mampu manatih kita menjadi diri yang lebih tangguh. Bersaing positif demi masa depan….. Read More..
Untuk adik-adik TK yang lulus, tentu seragam merah putih sangat menggoda tiap lirikan mata mereka. Adik-adik lulusan Sd, pasti akan cari SMP-SMP yang menurut mereka cocok. Begitu juga dengan adik-adik SMP, sudah barang tentu jalan setelah lulus adalah SMA, SMK atau Madraasah aliyah. Hal sepeti ini akan menjadi sangat berbeda jika kita melihat nasib kelas 3 di SMA, SMK maupun MA. Mereka akan sibuk dengan pilihan hidup mereka masing-masing. Ada yang kokoh mau langsung bekerja, mengabdikan ilmunya pada masyarakat, ada yang semangat untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi, tapi tak sedikit juga yang acuh tak acuh pada masa depannya. Namanya juga pilihan hidup, baik buruk semua ada di tangan si pembuat keputusan.
Kupu-kupu yang memberanikan diri mengepakkan sayapnya, adalah mereka para pelajar kelas 3 SMA atau sederajat yang bermetamorfosis dari kehidupan remaja mereka untuk memasuki satu tingkatan lebih tinggi yaitu menuju dewasa. Mereka tak bisa lagi seperti lulusan seorang anak lulusan SD yang dibimbing orangtuanya melangkah ke depan. Mereka tak lagi seperti robot yang meng-iya-kan semua kata orang, tapi mereka akan berfikir sendiri jalan terbaik yang akan mereka tempuh sebagai gerbang melangkahi kehidupan nyata yang akan mereka lalui setelah usia mereka menuntut untuk berfikir lebih maju dengan realita dan pengetahuan yang dimiliki.
Bagi mereka yang ingin kuliah, satu jalan terbuka lebar untuk memasuki gerbang-gerbang perguruan tinggi. Banyak jalan yang bisa ditempuh untuk melanjutkan sekolah di tingkat yang lebih tinggi. Melalui berbagai jalur penerimaan mahasiswa baru, seleksi masuk, seleksi mandiri, ujian masuk dan banyak cara lagi terbuka lebar sebagai jalan masuk perguruan tinggi. Keinginan untuk kuliah, melanjutkan pendidikan tak akan ada ruginya. Walau anggaran dana tak sedikit, walau banyak rintangan menghadang, tak akan menjadi hal besar yang menghalangi niatan untuk kuliah. Tuntutan zaman yang mendorong semangat para lulusan untuk mengibarkan bendera perjuangan.
Keinginan untuk kuliah akan menjadi cambuk bagi pribadi-pribadi yang serius melangkah untuk masa depan. Menjadi cambuk untuk sadar bahwa perjuangan akan sebanding dengan hasil. Maka akan menjadi hal yang wajar ketika kita ingin mendapatkan apa yang kita inginkan kita harus rela meluangkan banyak waktu, tenaga dan pikiran demi terrealisasinya keinginan tersebut.
Keinginan untuk kuliah akan membawa kita pada perubahan pola pikir dan logika yang matang, karena kita harus melalui tahap awal sebagai suatu proses penyeleksian. Keinginan kuliah yang besar, menggebu, akan mampu memenuhi relung berfikir kita bahwa untuk menjadi pribadi yang luar biasa dibutuhkan perjuangan yang luar biasa pula. Bahwa sejatinya hidup itu untuk member sebanyak-banyaknya, bukan untuk menerima sebanyak-banyaknya.
Dari perguruan tinggi, ilmu yang kita dapat semestinya bisa menjadi bekal untuk terjun ke dunia masyarakat. Dunia sesungguhnya ketika kupu-kupu berani mengepakkan sayapnya dan terbang menembus awan, melintasi kehidupan-kehidupan, hingga akhirnya mencapai titik kepuasan atas segala upaya yang telah ia usahakan untuk masa depan yang terang.
Selamat dan sukses untuk pejuang kelas 3 yang berusaha tekun mempersiapkan diri di UAN dan seleksi masuk perguruan tinggi. Semangat dan cita-cita harus tetap berkobar walau jalan yang kita lalui tak semulus pada bayangan kita. Justru rintangan-rintangan itu yang mampu manatih kita menjadi diri yang lebih tangguh. Bersaing positif demi masa depan….. Read More..